Yahya YOUTH


GP Yahya??

GERAKAN PEMUDA (GP)
GP GPIB baru terbentuk pada 15 Juli 1950. Melalui pembentukan Dewan Pemuda yang mengkoordiinasi kegiatan-kegiatan pelayanan pemuda dan sekolah minggu.(dan akhirnya sekarang disebut dengan BPK GERAKAN PEMUDA)

VISI: MISI BPK GP GPIB
Menjadikan Pemuda GPIB yang Misioner – dalam hal :
1. Benteng Iman / Spiritualitas
2. Sosialisasi (Program)
3. Wawasan Kebangsaan Global (Oikumene Gereja-Gereja)
4. Kader Gerja dan masyarakat
5. Pembinaan yang tepat guna
GP GPIB Yahya
Gerakan Pemuda GPIB Yahya merupakan salah satu Badan Pelayanan Kategorial (BPK) GPIB Jemaat Yahya sebagai wadah pembinaan warga GPIB yang berusia 18-35 tahun.

Susunan Pengurus GP GPIB Yahya periode 2007-2012:
Ketua: Samuel C Pantou
Wakil Ketua: Robin Sitorus
Sekretaris: Elfa Karwur
Bendahara: Silviarani S.
Bid. Imaji: Yunita Sinaga
Bid. Pel. Kes.: Yohanes Sitorus
Bid. Med. Info.: Alwin Tairas

Kegiatan Rutin: Ibadah GP: Setiap Sabtu jam 17.00
Latihan Paduan Suara GP: Setiap Minggu jam 12.00
Penerbitan Buletin Misioner: Sebulan sekali di pertengahan bulan

Anggota GP GPIB Yahya adalah seluruh pemuda pemudi yang merupakan anggota jemaat GPIB Yahya dan berumur 18-35 tahun.
strikeitalicbold

misc
Kritik dan Saran

ShoutMix chat widget

friends
Channel GP
GP Yahya Facebook
GP Yahya Friendster

thanks
© * étoile filante
inspiration/colours: mintyapple
icons: cablelines
reference: x / x

past
November 2007
Juni 2008
September 2008
Juni 2009
Juli 2009
title: Tokoh & Sahabat
date: Kamis, 18 Juni 2009
time:6/18/2009 11.25.00 AM
Bpk. Pnt. Gatot Sudirman

Ada sinyalemen, elite politik kita jatuh pada pragmatisme sesaat, yaitu mendapat kekuasaan. Mereka tidak menunjukan kemampuan memimpin dengan menjelaskan visi-misi, bahkan muncul kecenderungan adanya keterpecahan antar partai politik. Banyak anggota DPR/DPRD lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan umum, sehingga bisa memunculkan konflik yang mengancam kesatuan bangsa. Hal ini merupakan tantangan berat bagi kehidupan berdemokrasi. Bisakah kita menghidupi demokrasi yang dilandasi semangat pengorbanan untuk memupuk keutuhan dan kesatuan bangsa?
Wah kita uda kayak mau ikut di partai politik aja yak, sudahlah sekarang kita jauhkan itu dulu. Karena tema kita kali ini adalah mengenai kepemimpinan di dalam bangsa dan negara kita. Jadi mari cari tau yuk tentang hal itu dari tokoh kita kali ini. Siapakah dia? Beliau adalah seorang pria yang sekarang ini sedang menjabat sebagai ketua I di PHMJ GPIB Yahya, Ya beliau adalah Pak Gatot Alrio Sudirman, atau biasa disapa dengan ‘om Gatot”
Begitu banyak interpretasi tentang arti pemimpin, ada yang mengartikannya secara luas ataupun sempit, positif atau negatif, “tapi bagi saya seorang pemimpin adalah seorang yang bisa membawa seseorang di dalam suatu tujuan yang sudah direncanakan dan bisa memanage apa yang bisa dilakukannya agar tujuan seseorang tersebut bisa tercapai dengan baik.” dan lanjut pria yang merupakan anak ke 2 dari 5 bersaudara ini, “Memang perlu dituntut beberapa hal/kriteria dari seorang pemimpin seperti: dia harus bisa berkomunikasi dengan teman sekerjanya, haruslah seorang pribadi yang bisa dipercayai dalam bidang yang dia pimpin, tau apa yang dilakukannya, memiliki pengalaman di bidangnya, serta harus sopan, jujur dan berkelakuan baik.”
MELAYANI adalah definisi kepemimpinan yang dipakai oleh Yesus, dan ini memang benar, apakah di bidang sekuler atau di bidang rohani. Lelaki kelahiran Pekanbaru , 19 November 1946 ini mengatakan bahwa pengalamannya baik dia bekerja di bidang sekuler ataupun rohani di GPIB Yahya sejak 1981-sekarang ini meyakinkannya bahwa seorang pekerja harus menjadi pelayan bagi anak buahnya, dan seorang staf yang baik sekaligus harus melayani atasan dan anak buahnya.
Kepemimpinan yang berhasil n sukses seperti apa?
“Kepemimpinan berawal dari lingkup kecil yakni keluarga, organisasi lalu negara. Di manapun ia berada semua kriteria harus dipenuhi. Di gereja, makin tinggi sesorang posisinya makin melayani dia. Berbeda dengan di kantor atau di tingkat lebih tinggi lainnya. Di gereja, pemimpin gereja harus lebih melayani dengan rendah hati dan mengabdi. Harus bisa berkomunikasi degan bawahan dengan baik harus tahu norma. Sang pemimpin harus lebih tahu dari bawahannya, jika tidak tahu harus bertanya, pemimpin tidak boleh mengeluh karena akan membuat bawahan menjadi kecil hati, harus jujur dan tau batas kemampuannya.” Lalu suami dari Tante Sonny Sudirman ini pun menyimpulkan, “jadi bisa dibilang berhasil jika tidak ada keluhan dan ada pandangan baik dari semua pihak serta disertai rencana kerja yang sistematis.”
Dari sekian banyak pemimpin yang ada di dunia ini, pastilah ada pemimpin yang mengendalikan suatu organisasi besar dan mampu merangkul begitu banyak pengikut, tapi ternyata tidak memiliki karakter. Mereka mampu memberikan perintah dengan jelas. Mereka menunjukkan keberanian dan kemampuan. Dan mereka bahkan mau menerima nasihat orang lain. Kepemimpinan mereka berhasil dan sukses, namun apakah tampuk kepemimpinan itu sanggup bertahan lama?
“Jika dimonitor dari beberapa poin dari kehidupan rakyatnya, sudah punya nilai baik, tapi memang setiap orang punya kelemahan dan kelebihan.” Kira-kira begitu pedapat beliau tentang kepemimpinan pemimpin bangsa kita saat ini,
Situasi sosial politik kita diwarnai sikap kebanyakan elite politik dan tokoh pemerintah yang berfalsafah do ut des, aku memberi, agar Anda memberi (kalo mungkin lebih banyak). Maka, dipertanyakan adakah self-giving attitude, sikap pemberian diri, pengorbanan untuk kehidupan bersama, di kalangan elite politik dan tokoh pemerintahan kita? Wah susah juga kalo harus mencari jawaban ini ya..
Bagaimana kalo kita bertanya tentang sosok pemimpin yang diharapkan oleh bapak yang menyukai lagu-lagu yang berbau ethnik dan kedaerahan dari hasil pemilu ini , “Pemimpin terpilih harus bisa menyejahterakan rakyat. Seperti jaman Soeharto di mana kelemahan terletak di level atas, tapi rakyat tetap baik-baik saja. Pemimpin terpilih harus mengerti, mengayomi rakyat dan adil terhadap semua umat beragama, Negara kita berdasarkan atas Pancasila jadi harus bertindak adil dan bijaksana. Pemimpin suka goyah karena gagal karena banyakna godaan”
Waduh nih dia neh yang terakhir yang mau dikasih sama om Gatot yang katanya singkatan dari nama tengahnya adalah ALRIO = Angkatan Laut di Pulau Riau, karena ayahnya adalah seorang mantan perwira Angkatan laut, “ Jika ingin menjadi pemimpin yang baik, harus memiliki pribadi yang baik, mau melayani bagi semua orang sampai tingkat terendah sekalipun. Masalah pasti tidak akan terjadi karena komunikasi yang baik dan bisa dihindari. Seorang pemimpin harus lebih mau melayani dan berkorban.”
Memang, jika penghayatan sikap mau berkorban bagi kehidupan bersama itu kurang atau tidak ada, perpecahan dan ancaman keamanan akan kian nyata, dan taruhannya adalah kesatuan bangsa.
Semoga semangat Paskah memberikan dorongan kepada pemimpin-pemimpin kita untuk mewujudnyatakan sikap pengorbanan demi keutuhan hidup berbangsa kita. (RSS)



Quote a quote:

"The authority by which the Christian leader leads is not power but love, not force but example, not coercion but reasoned persuasion. Leaders have power, but power is safe only in the hands of those who humble themselves to serve."
John Stott

Label: ,



comment? / top


title: Paskah Yesus Kristus
date:
time:6/18/2009 11.21.00 AM
Paskah Yesus Kristus
Pembebasan dengan Revolusi Kasih
(Baca : Yesaya 42 : 1 – 9; Lukas 4 : 16 – 18)
By: Pnt. Argopandoyo
Bebas euy!!! Begitu pekikan sebuah iklan yang sempat menjadi jargon sebuah produk obat. Pekik kebebasan tersebut menggambarkan kebahagiaan seseorang yang terlepas dari himpitan sakit penyakit. Kebebasan yang lebih jauh lagi, pernah terjadi saat bangsa ini terlepas dari penindasan penjajahan, yang konon sangat mengekang kebebasan gerak bangsa ini. Hal ini juga yang seharusnya diinsyafi oleh orang-orang Kristen dalam memaknai pembebasan yang diberikan Yesus Kristus sebagai pemimpin, yang mengasihi umat manusia.
Kebanyakan Kristen di dunia dan juga di Indonesia, secara serentak merayakan hari pembebasan ini sebagai kemenangan besar dari ketertindasan dosa, yang dikenal dengan Paskah. Paskah bagi kalangan Kristen telah diterima sebagai pengajaran iman tentang kemenangan manusia atas dosa karena kehendak Tuhan. Dan generasi Kristen sejak dahulu hingga kini juga telah disodorkan cerita tentang Paskah sebagai kemenangan yang diberikan dengan cuma-cuma, dan bukan percuma.
Jadi, Paskah, bukan sekedar atau kebangkitan Kristus atau Mesiah atau Mesias dan juga Al Masih. Tapi Paskah juga yang benar-benar memperlihatkan ke Mesias-an Yesus, pada akhirnya. Karena sebagai Kristen, Isa adalah Al Masih titisan sang Khalik, Khadirun jagad buana ini. Paskah bagi Kekristenan adalah momentum agung bagi seluruh umat manusia yang diledapaskan dari belenggu dosa. Dan patut juga disadari bahwa karya Allah ini adalah untuk segenap kaum, bukan hanya diperuntukan kelompok yang dinamai Kristen.
Kemenangan yang Tuhan berikan melalui kebangkitan ini adalah kemenangan bagi manusia atas belenggu dosa yang mengikat manusia sejak bumi diciptakan, dengan kisah kejatuhan manusia di Taman Eden. Dan secara mendasar, inilah model pengimanan yang tidak dapat dipertentangkan. Namun dari bentuk gerakan perjuangan pembebasan ini, dilakukan melalui proses perlawanan yang diakhiri dengan kesan kekalahan. Yah kekalahan yang pantas disebut, menurut ukuran manusia. Dimana sebuah kelompok perlawananan pimpinan Yesus, harus terkocar-kacir saat pimpinan-Nya, Yesus, ditangkap. Sejarah Romawi mencatat Yesus Orang Nazareth sebagai pemimpin kelompok bawah tanah yang menjalankan pengaruh perlawanan terhadap kekuasaan Romawi selain juga tercatat sebagai pemimpin aliran penyesat agama Yahudi di Tanah Palestina.
Gerakan Pembebasan bagi bangsa Yahudi di Tanah Palestina ini memang telah kalah. Paling tidak pada saat itu. Namun proses penghukuman yang tercatat dijalankan Yesus justru memenangkan perjuangan pengajaran Yesus. Pengajaran itu memiliki pengaruh yang kian meluas ke seluruh wilayah kekuasaan Romawi bahkan juga benua juga dunia. Dan bila kita menyadari, pengajaran dan pengimanan tentang Ke-Tuhan-an Yesus, mendominasi kehidupan di muka bum ini. Jadi kekalahan kelompok pengajaran baru pimpinan Yesus, saat itu, berubah drastis, menjadi kemenanngan mutlak, baik secara iman juga menurut ukuran manusia.
Kemenangan Kristus ini adalah kemenangan Allah dalam mewujudkan keinginanNya yang telah dinubuatkan kitab para nabi. Kemenangan penggenapan yang dilalui dengan cara yang unik ini, juga menggambarkan perlawanan terhadap kekuasaan. Perlawanan yang dilakukan dengan kasih sayang ini tentunya sangat membingungkan peradaban pada masa itu. Dimana sebuah pemimpin pergerakan yang telah memiliki pengikut banyak ini tidak pernah berperang dengan senjata, namun berperang dengan kasih sayang terhadap lawannya. Bahkan Ia tidak ada darah lawan-Nya yang tertumpah sekalipun darah-Nya tertumpah. Namun demikian para penghukum-Nya tidak dengan mudah mengalahkan-Nya. Inilah makna pembebasan yang sesungguhnya, yaitu pembebasan gratis yang dilakukan tidak dengan cara instan. Namun harus melalui penderitaan yang amat sangat menyakitkan tubuh, menyakitkan hati dan menyakitkan harga diri.
Terlepas dari kisah yang telah difilmkan ini, sejarah Romawi dan penguasa wilayah Yudea di tanah Palestina juga mencatat peristiwa berdarah ini. Dan inilah kisah pembebasan yang sebaiknya tidak hanya digunakan oleh orang-orang Kristen sebagai kebanggaan semata. Namun terlebih dari itu semua, peristiwa pembebasan dari tawanan dosa ini, harus bisa dijadikan teladan dalam menjalankan kehidupan ini. Dan tentunya dapat menjadi referensi mutlak bagi para pemimpin-pemimpin Kristen, pemimpin dunia, khususnya para petinggi-petinggi di negeri ini dapat menginsyafi, bahwa karya yang diinisiatifkan Allah, dapat diaplikasikan dalam menjalankan kepemimpinan.
Kepemimpinan Yesus orang Nazareth itu adalah kepemimpinan yang menghampiri orang-orang yang akan dibelanya. Tanpa perlu memaksakan keinginan-Nya, Yesus orang Nazareth itu memulainya dengan pengajaran dan pengajaran. Memberikan keteduhan pada perasaan yang mendengar pengajaran-Nya, adalah bagian dari pengajaran-Nya. Ia menginformasikan hal-hal yang memperbaiki gaya hidup yang salah, yang sebelumnya telah tertanam dalam kehidupan masyarakat Yahudi saat itu.
Bukan saja pengajaran kehidupan bermasyarakat yang Yesus ubah, namun juga ajaran keagamaan yang salah pemahaman dalam masyarakat Yahudi. Ia juga memberikan kehidupan yang menyehatkan bagi orang-orang yang datang kepada-Nya. Itulah hal-hal mendasar yang sangat dibutuhkan masyarakat dari jaman ke jaman. Pendidikan yang mencerdaskan masyarakat, pemahaman Iman yang tidak terkontaminasi oleh kepentingan pejabat-pejabat keagamaan, dan juga kesehatan bagi masyarakat banyak. Pembebasan yang Yesus contohkan hendaknya dapat kita lanjutkan dalam kehidupan jaman ini.
Revolusi sosial! itulah ungkapan yang terdengar arogan dan berbau politik. Namun inilah yang Tuhan Yesus lakukan dalam melakukan pembebasan bagi setiap umat manusia. Revolusi sosial yang Tuhan Yesus berikan, dapat kita lakukan sebagai pembaruan yang mengacu pada pembebasan karya Illahi, yang berlandaskan kasih sayang dan bukan revolusi yang berlandaskan kekerasan. Revolusi sosial yang mencerdaskan setiap orang dalam menyikapi ungkapan-ungkapan sentimentil purba dari cerita-cerita usang nenek moyang.
Revolusi yang Tuhan Yesus hadirkan adalah Revolusi Sosial yang berlandaskan tatanan Alkitabiah pada masyarakat yang sedang berkembang, bukan berlandsaskan pada fundamentalisme buta, bagi kebanggaan budaya masa lalu, yang tidak melupakan budaya masyarakat kebanyakan. Ini berarti kita perlu mencermati dengan segala pemberitaan ketuhanan, dengan cara mencermati dengan pemahaman kasih karunia Allah. Bukan dengan apa yang kita inginkan. Dan hal ini bisa kita dapati dengan kuasa doa, yang pada akhirnya dapat ditangkap dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi.
Revolusi yang Tuhan Yesus hadirkan adalah revolusi yang menyehatkan setiap umat manusia, tanpa melihat tatanan terbatas pada Capital oriented. Bahwa pendidikan, keimanan juga kesehatan tidak dapat diperoleh hanya karena jumlah keuangan. Namun semua dapat disalurkan dan diberikan pada setiap orang hanya dengan kasih sayang dari Tuhan.
Dalam menyikapi hal ini tentunya orang-orang muda gereja dapat meneladani pola kepemimpinan Yesus Kristus sebagai pembebas, dalam kehidupan sehari-hari. Pembebasan dapat dimulai dari diri sendiri. Revolusi penyadaran dimulai dalam hati. Seperti Yesus yang menampik segala godaan iblis, sebelum melakukan pengajaran-pengajaranNya. Bahwa kita bisa melihat diri kita yang selalu terbelenggu dengan dualisme iman. Misalnya, kita selalu merasa, bahkan menyatakan mengasihi Tuhan. Namun hidup kita selalu dalam kekuasaan uang. Kita tahu bahwa, kita tidak bisa tunduk pada Tuhan dan pada saat yang bersamaan kita menghamba pada Mamon dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Seakan Tuhan tidak pernah mencukupi kebutuhan kita, melebihi kecukupan yang Ia berikan pada burung di udara dan bunga bakung di padang belantara.
Kalau orang-orang muda telah bisa membebaskan keterbelengguannya, Tuhan juga telah mempersiapkan kelompok sosial yang terbatas. Keluarga! Inilah objek pembebasan berikutnya yang orang-orang muda bisa lakukan. Setiap orang muda bisa menjadi teladan bagi keluarga, dengan melakukan pembaruan hidup yang berorientasi pada Allah, yang menunjukan pola pikir dan pola laku yang tidak lagi Capital oriented. Suatu pembaharuan yang fantastis bila salah seseorang anggota keluarganya bisa melihat betapa nyamannya kita yang tidak melakukan segala kegiatan dengan terpaku pada jumlah uang yang kita miliki. Orang-orang muda bisa menunjukan kebenaran firman bahwa ada atau tidaknya uang adalah anugerah yang selalu harus direspon dengan ungkapan syukur. Hal yang sulit bila kita tidak berani mencobanya. Karena iman yang hidup adalah iman yang dilakukan dalam tingkah laku kehidupan sehari-hari. Karena itu adalah ibadah kita yang sejati!
Orang-orang muda adalah pribadi yang harus berani menentukan dirinya untuk menjadi saluran berkat bagi keluarga dan juga orang lain diluar keluarga. Dan semua bisa diceritakan dalam sebuah persekutuan orang-orang muda yang memang telah Tuhan berikan untuk saling menguatkan dan menegur satu sama lain dalam melakukan kelanjutan karya pembebasan Allah bagi umat manusia di zaman ini. Pesekutuan orang-orang percaya! Begitu gereja-gereja memberikan sebutan. Dan Gereja kita, GPIB mengkategorikan dalam kategori pelayanan usia pemuda dengan nama Gerakan Pemuda atau BPK GP GPIB. Gerakan tidak berdiam diri. Dan pemuda yang bergerak bagi Kristus adalah pemuda yang memperbaharui kehidupan ini dengan kasih sayang Kristus yang membebaskan. Selamat membebaskan dengan revolusi pembebasan ala Kasih Yesus Kristus. Amin.

Label: ,



comment? / top


title: Pembinaan
date:
time:6/18/2009 11.15.00 AM

Tahun ini merupakan tahun yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena untuk ke dua kalinya bangsa Indonesia akan bukan hanya memilih secara langsung anggota legislatif di DPR dan DPRD, namun juga akan memilih orang terpenting di negara ini yaitu presiden. Ketika memilih seorang presiden atau seorang pemimpin, tentunya kita ingin memilih seseorang yang baik, bijaksana, adil, jujur, memihak kepada rakyat. Tapi seringkali sangat sulit untuk menilai seseorang, apalagi menilai orang-orang yang mencalonkan diri menjadi presiden. Semua pasti mengucapkan janji-janji yang manis, memberikan visi dan misi serta mengutamakan apa rencana-rencana yang akan mereka lakukan seandainya mereka terpilih menjadi seorang presiden Republik Indonesia. Dan hanya ada satu hal yang bisa membuktikan apakah kata-kata mereka hanyalah sebuah kata-kata atau benar-benar mencerminkan diri mereka, yaitu waktulah yang bisa membuktikannya.
Memang waktu membuktikan dan memperlihatkan kita ada begitu banyak pemimpin-pemimpin di dunia ini. Sejarah memperlihatkan ada pemimpin seperti Hitler yang di bawah kepemimpinannya entah berapa juta orang meninggal menjadi korban kekejamannya. Ada juga seorang Abraham Lincoln yang begitu tulus membela negaranya dan memperjuangkan hak asasi manusia bahkan hak asasi manusia bagi pada budak. Sejarah memperlihatkan begitu besar pengaruh seorang pemimpin baik itu raja ataupun presiden bagi negaranya, bahkan bagi dunia.
Di dalam Alkitab kita juga dapat melihat sejarah perjalanan bangsa Israel. Dan di dalam sejarahnya, bangsa Israel pernah mengalami sebuah masa di mana Israel dipimpin oleh raja-raja. Dan pada masa inilah muncul raja-raja yang dipakai Tuhan dengan sangat luar biasa seperti Daud dan Salomo, namun ada raja-raja Israel yang keji dan suka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan seperti Omri dan Ahab. Tapi justru di dalam sejarahlah kita bisa melihat betapa luar biasanya penyertaan Tuhan di dalam sejarah. Bahasa Inggris dari sejarah adalah history, dan jika kata ini dipisah bisa menjadi HIS dan Story, yang berarti ceritanya Allah. Ketika kita melihat sejarah, ingatlah bahwa Allah berotoritas dalam sejarah, baik sejarah yang penuh dengan kebaikan ataupun penuh dengan kejahatan, ada rencana Tuhan yang tetap berotoritas.
Jumlah seluruh Raja-Raja yang pernah berkuasa di Israel adalah 43 raja. 3 raja pertama adalah 3 nama yang sangat terkenal yaitu Saul, Daud dan Salomo. Setelah masa pemerintahan Salomo, Tuhan memisahkan kerajaan Israel menjadi dua (1 Raj. 11:35-37) yaitu Kerajaan Israel Utara (yang kemudian disebut dengan Kerajaan Israel) dan Kerajaan Israel Selatan (yang kemudian disebut dengan Kerajaan Yehuda), dan Alkitab mencatat ada 40 raja yang pernah memerintah di 2 kerajaan tersebut, 20 raja di Kerajaan Israel dan 20 raja di Kerajaan Yehuda.
Raja pertama adalah Raja Saul. Saul dikenal sebagai raja yang tidak tegas dan gampang diombang-ambingkan. Kesalahan terbesar yang dia lakukan adalah ketidaktaatannya pada perintah Allah. Sifat Saul yang mudah didesak oleh rakyat membuat dia lebih meninggikan kemauan rakyat daripada perintah Tuhan (I Sam 13-15). Saul lebih memilih untuk memihak rakyat dari pada memihak Allah, dan karena ada kalanya kehendak rakyat dan kehendak Allah berbeda. Pemimpin yang baik dan benar adalah pemimpin yang fokus mencari pimpinan Tuhan dan taat hanya kepada perintah Tuhan. Pemimpin bukan berfungsi untuk menyenangkan hati rakyat, tapi untuk menjalankan dan menyuarakan hati Tuhan. Raja yang populer bukan berarti raja yang sukses dan berhasil.
Siapa yang tidak kenal Daud, semua orang Kristen pasti tahu siapa Daud, bahkan orang yang tidak Kristen pun banyak yang mengenal siapa Daud. Daud sangat terkenal, apalagi kisahnya yang gagah berani ketika ia mengalahkan raksasa orang Filistin yang bernama Goliat. Tapi sebenarnya dibalik pertempuran yang sangat fenomenal itu ada hal yang sangat penting yang harus kita ketahui, yaitu Daud bukan bermodal keberanian, ataupun bermodalkan keahliannya. Tapi yang Daud andalkan dalam pertempuran itu adalah pengenalan akan Allah. Bagaimanakah pengenalan akan Allah bisa menjadi penentu kemenangan Daud? Daud mengatakan bahwa ia mendatangi Goliat atas nama Tuhan, dia sadar dia mewakili Tuhan dan dia sangat sadar bahwa Allah berada di pihak dia dan akan memberikan dia kemenangan, supaya nama Tuhan dipermuliakan (I Sam. 17 45-47). Hanya seseorang yang sangat mengenal Tuhannya yang bisa mengatakan kalimat seperti di I Sam. 17 45-47 tersebut. Ia tahu apa yang Tuhan mau, dan dia beriman kepada hal itu, dan bersandar penuh kepadanya, Daud mengalahkan Goliat bukan karena kekuatannya sendiri, tapi karena Tuhan berpihak kepada dia.
Daud juga dikenal lewat mazmurnya. Mazmur dan puji-pujian yang sangat indah, tapi menunjukkan pengertian yang sangat mendalam. Sangat mengenal Tuhannya. Di dalam mazmur-mazmurnya terkandung begitu banyak doktrin-doktrin penting. Bukan hanya sekedar nyanyian yang dangkal maknanya. Pengenalan akan Allah yang begitu mendalam juga yang menyebabkan dia bisa bereaksi dengan tepat ketika dia jatuh ke dalam dosa oleh karena perzinahan dengan Batsyeba dan pembunuhan Uria, yaitu meminta pengampunan dan pemulihan (Mazmur 51).
Daud menjadi besar bukan karena keberaniannya, namun karena pengenalannya akan Allah yang dia sembah. Karena senantiasa dia bergaul erat dengan Tuhan. Pemimpin yang bergaul erat dengan Tuhan lewat Firman Tuhan/Alkitab adalah pemimpin yang mengerti kehendak Tuhan, dan setiap langkahnya akan diberkati oleh Tuhan karena sesuai dengan kehendak-Nya.
Raja ketiga adalah Salomo. Salomo adalah anak Daud dari Batsyeba. Salomo paling dikenal dari kebijaksanaan dan kearifannya. Salomo di suatu hari ditanya oleh Tuhan "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.". Maka setelah itu jawaban Salomo sangat berbeda dengan kebanyakan orang yang mungkin akan meminta harta, kekuasaan, umur panjang ataupun hal-hal lain untuk memuaskan nafsunya, yang dia minta adalah kebijaksanaan, hati yang paham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat (I Raj. 3:9). Peristiwa yang sangat terkenal ketika ada 2 orang perempuan sundal menghadap raja dan mereka saling memperebutkan seorang anak. Dan dengan sangat bijaksana Salomo berhasil menentukan siapa ibu yang sesungguhnya (I Raj. 3:24-27). Kebijakasanaan menjadi hal yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Doa seperti yang Raja Salomo doakan adalah doa yang sangat baik untuk diteladani oleh kita, terlebih lagi oleh para pemimpin.
Raja Salomo memang mengalami akhir hidup yang tidak baik. Karena dia melakukan penyembahan berhala kepada dewa-dewa, dan konsekuensinya adalah Kerajaan Israel harus terbelah menjadi dua. Memang beban tanggung jawab seorang pemimpin sangat besar. Hal-hal yang dilakukannya juga akan menimbulkan konsekuensi bagi negaranya.
Setelah Raja Salomo, pemegang kunci kekuasaan diperebutkan secara jahat. Tahta kerajaan dijatuhkan dengan cara-cara yang sangat kejam, saling bunuh dan menghabisi satu sama lain. Tapi bukan berarti Tuhan tidak punya otoritas di dalam zaman ini. Justru Tuhan memperlihatkan bahwa di dalam kejatuhan bangsa Israel, Dia tetap berdaulat. (Untuk lebih jelas baca kitab I Raja-raja dan II Raja-raja, kedua kitab ini menceritakan dengan jelas sejarah raja-raja Israel)
Israel memiliki sejarah raja-raja yang luar biasa, ada yang luar biasa baik namun tidak sedikit juga yang luar biasa jahat. Semua raja-raja ini memiliki panggilan yang sama, yaitu mentaati pimpinan Allah, dan membawa bangsanya mentaati pimpinan dan perintah Allah tersebut. Ada yang taat ada yang tidak taat. Yang taat pasti akan terus menikmati penyertaan Tuhan, dan yang tidak taat mengalami konsekuensi sesuai penghakiman Tuhan.
Mari kita semua berdoa, supaya pemimpin bangsa kita bisa menjadi pemimpin yang peka terhadap kehendak Tuhan. Bukan pemimpin yang hanya memikirkan kepentingan dirinya ataupun kelompok dan golongan. Kita mohon anugerah Tuhan, supaya bangsa Indonesia bisa memiliki pemimpin-pemimpin yang takut akan Tuhan dan mentaati kehendakNya. (SCP)


Dengarkanlah Doaku Ini, Tuhan

Tuhan, terima kasih atas semua berkat, anugerah serta pimpinan yang telah Engkau berikan bagi bangsa dan negaraku.
Tuhan, saat ini kami sedang dalam proses pencarian sosok yang benar-benar layak memimpin bangsa kami ini, Tolong kami
Tuhan agar pelaksanaan pemilu kali ini agar dapat berjalan dengan lancar sehingga apa yang kami harapkan akan pemimpin masa depan kami dapat tercapai.
Tak henti-hentinya kami juga
berdoa untuk orang-orang yang terpilih dalam pemilu legistatif kali ini dapat menjalankan
pemerintahan sesuai hati nurani mereka serta takut akan peraturan yang telah Engkau buat.
Tuhan jugalah yang memimpin tangan-tangan rakyat-Mu agar kami dapat memilih sesuai dengan hati nurani yang dalam
bimbingan-Mu.
Tuhan doa ini tidaklah sempurna jika Engkau tidak campur tangan. Hanya dalam nama-Mulah aku berdoa dan mengucap syukur.
Amin.

Label: ,



comment? / top


title: Pajak dan Kristiani
date:
time:6/18/2009 11.13.00 AM

Bolehkah jika seorang Kristiani membayar pajak kepada negara? Apakah seorang Kristiani tidak boleh membayar pajak? Jika seseorang membayar pajak kepada negara, apakah itu berarti ia menduakan Tuhan? Hal ini biasanya menjadi kontroversi tersendiri bagi umat Kristiani dalam menjalankan kewajibannya sebagai warga negara dan sebagai umat percaya kepada Yesus Kristus. Di sini kita akan melihat bagaimana Alkitab membicarakan tentang hal-hal ini.
Pajak pertama kali disebutkan di dalam Alkitab, yaitu dalam kitab Keluaran 30:11-16. Pada saat itu dijelaskan bahwa setiap orang Israel yang telah berumur 20 tahun ke atas wajib membayar pajak pada setiap tahun sebesar setengah syikal, untuk persembahan khusus bagi Tuhan.
Di dalam Perjanjian Baru (Matius 22:15-22), Yesus pernah dicobai oleh para orang Farisi perihal pembayaran pajak kepada Kaisar diperbolehkan atau tidak. Jika kita bisa mengambil asumsi jawaban Yesus adalah salah jika membayar pajak, Dia akan mendapat masalah dengan pemerintah Roma. Jika Ia menjawab benar untuk membayar pajak, Dia akan mendapat masalah dengan orang-orang Yahudi. Tetapi Yesus tidak menjawab seperti demikian, Ia berkata “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."(Matius 22:21). Hal ini dapat memberikan kita pengertian bahwa kita harus bisa membedakan antara kewajiban kita sebagai warga negara (membayar pajak) dan sebagai umat Kristiani (mematuhi perintah-perintah Tuhan).
Dilihat dari pengertiannya, Pajak adalah iuran wajib kepada negara (yang dapat dipaksakan) yang terhutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan-peraturan, dengan tidak mendapat prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran umum berhubung dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan (R. Santoso Brotodiharjo, dalam buku Pengantar Ilmu Hukum Pajak,1993:2). Hal ini dengan jelas menyatakan bahwa ketika pajak yang telah dibuat pemerintah tidak dilaksanakan, maka hukum akan berlaku (memaksa). Hal ini dikarenakan dengan pajak merupakan salah satu sumber dana pemerintah untuk membiayai pengeluarannya serta sebagai alat pengatur kebijakan pemerintah, baik dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi bangsa.
Selama Yesus mengajarkan Firman Tuhan dan melakukan banyak mujizat kepada murid-muridNya, Yesus juga memberikan teladan dari gaya hidupNya. Misalnya perihal tentang membayar pajak. Dalam kitab Matius 17:24-27, Yesus memberi kita contoh bahwa Ia juga membayar pajak kepada negara. Pada salah satu surat Paulus kepada Jemaat di Roma juga dapat memberikan kita pengertian akan sikap umat Kristiani terhadap pemerintah (Roma 13:1-7). Ternyata, kepatuhan kepada pemerintah dapat ditunjukkan dengan kesetiaan kita dalam membayar pajak.
Jadi, kita sebagai warga negara yang baik dan umat Kristiani, haruslah kita menjadi contoh dan teladan yang baik bagi sesama kita, bukan malah menjadi batu sandungan. Apa yang menjadi kewajiban kita kepada pemerintah haruslah kita perbuat demikian adanya. Dan apa yang menjadi kewajiban kita kepada Allah, haruslah kita lakukan sebagaimana seharusnya.
Ketika masih ada pertanyaan yang muncul tentang, haruskah umat Kristiani membayar pajak? Bolehkah umat Kristiani menunjukkan pernghormatannya kepada negara melalui pembayaran pajak? Atau ketika ada orang yang bertanya sudah sadarkah kita akan pentingnya pajak, maka jawabannya adalah “ya”. Kita sebagai umat Kristiani haruslah menjadi teladan sesuai dengan ajaran Yesus, yang juga telah mengajarkan kita akan kewajiban kita sebagai warga negara. (CAT)

Sumber:
http://aergot.wordpress.com/2008/02/22/menjadi-umat-kristen-yang-sadar-pajak/
http://www.geocities.com/manadococ/art1.html
http://www.glorianet.org/kolom/kolo_093.html

Label:



comment? / top


title: on THE spot
date:
time:6/18/2009 11.03.00 AM
Ibadah GP @ Kel. Tobing
Akhirnya Sabtu pun telah tiba, di mana hari itu yang dinanti-nantikan oleh tim GPer’s untuk kembali beribadah GP. Tentunya juga harus kembali semangat (chayo!!!).
Kali ini ibadah GP kita diadakan di rumah salah saudari kita yaitu kel. Tobing atau lebih jelasnya Iyun Sinaga di Jl. Pesanggrahan, daerah kebon Jeruk.. Setelah teman kita ini menikah, jarang sekali dapat berkumpul maka itu ibadah kali ini kita sekalian digunakan sebagai ajang reuni serta melepas rindu. Maka terpilihlah tanggal 21 Maret 2009 sebagai waktu beribadah. Karena tema yang diambil sangat menarik yaitu “Menyangkal Diri”, so teman-teman yang tidak hadir pasti rugi.
Wah pokoknya dijamin seru abis dech walaupun yang datang hanya beberapa, tetapi tetap saja rame dengan dipandu oleh saudari Elfa Karwur dan Pelayan Firman adalah ibu Pdt. Lena Fangidae yang super lucu abis, sehingga suasana tersebut bisa khusuk-seru, dahsyat dan bisa terbentuk dengan sendirinya. Tak lupa tuan rumah menyuguhkan hidangan makan malam. Pasti kalian semuanya tertarik kan? Ayo bergabung dengan kita ikut ibadah GP setiap hari sabtu. Pokoknya dijamin seru dech. GBU all. (YD)


@ dr. Alia Montintja’s House
28 Maret 2009, dengan dipandu oleh liturgos kita sdra. Robin Sitorus serta PF-nya ibu Pdt. Liow Mambo, ibadah kali ini pun juga ga kalah seru dong. @ Jln. Surya Utama, Sunrise Garden rumah yaitu rumah salah satu teman kita, dr. Alia yang kebetulan merupakan salah satu putri dari Pnt. Ny. Brenda Monintja ibadah boleh terlaksana dengan tema “Manusia Tidak Bisa Mengulang Waktu”. Pokoknya rame deh, soalnya dihadiri oleh para AGP serta sanak saudara lainnya dari pihak keluarga. Puji Tuhan, ibadah kali ini pun boleh berlangsung dengan khusuk serta lancar sampai akhirnya.
Adapun tujuan ibadah kali ini adalah atas permintaan teman kita sendiri dalam rangka mengucapan syukur serta mohon bimbingan Tuhan karena pada tanggal 4 April ini dia akan berangkat ke Papua untuk mengembankan tugasnya sebagai seorang dokter yang merupakan cita-citanya. Wah mulia sekali yak. Pokoknya sukses ya Bu Dokter.. Semangat. (YD)

Having Fun With Grandmas
Dalam rangka menjalankan Panggilan Pelayanan, Panitia Paskah yang mewakili GPIB Yahya mengadakan perkunjungan ke Panti Wredha Wisma Mulia, yang terletak di jalan Hadiah, Jelambar pada hari Sabtu, 4 April 2009 pukul 10.00 s/d selesai. Tampil sebagai Pelayan Firman adalah Bapak Pdt. P.H. Sapulete yang dengan sangat apik membawakan firman ke oma-oma disana. Perlu diketahui, di panti tersebut warganya hanya oma-oma saja alias tidak ada opa-opa. Suasana ibadah dan perkunjungan disana sangat seru, dikarenakan oma-oma disana sangat senang dan antusias dengan kedatangan panitia. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak malu-malu untuk maju dan bernyanyi sendiri [solo]. Pada akhir perkunjungan, kami memberikan makanan dan bingkisan kepada oma-oma dengan cara membagikan langsung ke kamar-kamar mereka. Tidak sedikit dari mereka yang terbaring di tempat tidur sehingga tidak bisa mengikuti ibadah. Namun mereka sangat senang sekali dengan perkunjungan dari Panitia Paskah. Akhir kata, kami mengajak teman-teman pemuda semuanya untuk tidak henti-hentinya mengadakan perkunjungan, karena dengan begitu berarti kita telah menjalankan salah satu panggilan gereja. (YS)

KPS @ Lukito Gunadi’s Family
5 April 2009 bisa dibilang merupakan hari yang bersejarah bagi kedua putra-putri dari pasangan penatua Lukito Gunadi dan Yuli Gunadi yaitu Gilang dan Gisella yang akhirnya diteguhkan menjadi anggota sidi baru jemaat GPIB YAHYA. Berarti dengan ini resmilah sudajh kalian menjadi anggota dari GP GPIB YAHYA. Wah,selamat yak guys. Welcome to new journey of services… Nah dalam hal ini, keluarga Gunadi mau berbagi kebahagian dan mengucap syukur atas berkat yak tak terkira ini dengan mengadakan kebaktian di kediaman mereka yang beralamatkan di jl. Jati Raya Cengkareng timur. Ibadah pun dipimpin oleh ibu Pdt. Caroline H. Mailoa. Ibadah boleh berakhir dengan hikmatnya dan tak lupa tuan rumah memberikan kata sambutannya dengan diwakili oleh bpk. Lukito Gunadi yang kemudian mengundang seluruh warga jemaat untuk santap siang dengan suguhan lezat yang telah dipersiapkan. Akhir kata, untuk gilang dan gisella selamat bergabung dengan GPers ya… Chayoo n GBU ALL. (YD)

Label: ,



comment? / top


title: Pemimpin manakah yang layak memimpin???
date:
time:6/18/2009 10.55.00 AM
Pada Tahun 2009 ini, tepatnya bulan April, negara tercinta kita ini merayakan suatu pesta besar, yaitu pesta demokrasi. Pada pesta demokrasi kali ini dimeriahkan oleh partai yang begitu banyak. Karena begitu banyaknya mungkin banyak di antara kita yang tidak tahu berapa jumlah pasti berapa partai yang ikut serta dalam pemilu kali ini. Salah satu alasan banyak yang tidak peduli bahkan tidak mengetahui jumlah partai adalah karena mereka menganggap bahwa pemilu tidaklah penting.
Berdasarkan hasil wawancara beberapa pemuda/i GPIB Yahya ada beberapa pernyataan pendapat yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa pemilu sepertinya tidak terlalu penting karena sering tidak terlihat perubahannya bagi bangsa dan negara (Yenny). Ada juga yang mengatakan bahwa pemilu penting karena kita sebagai warga negara yang baik harus ikut menyukseskan pemilu, tergantung bagaimana kita memilih pemimpin yang tidak korupsi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan kalo pemilu itu penting karena kita bisa tahu calon-calon pemimpin negara berikutnya, tapi dilaksanakan harus secara jujur, adil dan bijaksana. Sayangnya itu hanya sistem saja untuk mencari pemimpin baru, dan itupun masih memakai sistem yang lama. Jadi biasanya itu menjadi kurang berpengaruh karena pemimpin itu masih berada di bawah pengaruh partai (K’Robin).
Pemimpin-pemimpin dari setiap partai memiliki sosok dan kepribadian yang berbeda. partai Demokrat yang dipimpin oleh pak SBY, Partai GERINDRA yang dipimpin oleh pak Prabowo, partai PDI Perjuangan yang dipimpin oleh bu Megawati, dan masih banyak lagi. Pemimpin-pemimpin tersebut pasti punya karakter dan kelebihannya masing-masing sehingga dipercaya sebagai pemimpin dari partai mereka masing-masing. Di dalam anggota partai tersebut juga pasti memiliki pandangan yang berbeda terhadap pemimpin yang baik dan benar di mata mereka. Menurut pandangan umum, banyak yang berharap sosok pemimpin yang baik dan benar adalah pemimpin yang memikirkan kepentingan bangsa dan negara dan bukan untuk kepentingan sesaat. Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Mengutip Henry Pratt Fairchild, Kartini Kartono mengatakan, pemimpin dalam pengertian luas, seorang yang memimpin, dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menujukan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain, atau melalui prestise, kekuasaan, atau posisinya.
Dalam konsep Kristen, pemimpin yang kristiani adalah pemimpin yang mengenal Allah secara pribadi dalam Kristus dan memimpin secara kristiani. Pemimpin Kristen adalah pribadi yang memiliki perpaduan antara sifat-sifat alamiah dan sifat-sifat spiritualitas Kristen. Sifat-sifat alamiahnya mencapai efektivitas yang benar dan tertinggi karena dipakai untuk melayani dan memuliakan Allah. Sedangkan sifat-sifat spiritualitas kristianinya menyebabkan ia sanggup mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya untuk menaati dan memuliakan Allah. Sebab daya pengaruhnya bukan dari kepribadian dan keterampilan dirinya sendiri, tetapi dari kepribadian yang diperbaharui Roh Kudus dan karunia yang dianugrahkan Roh Kudus. Pemimpin Kristen berbeda dengan pemimpin alamiah (sekuler/umum) dalam beberapa hal. Pemimpin rohani mengenal Allah, mencari kehendak Allah, menaati kehendak Allah, bergantung pada Allah, mengasihi Allah dan manusia, dan akhirnya memuliakan Allah. Pemimpin Kristen yang sejati disebut “pemimpin pelayan” (a servant leader). Yesus mengajarkan bahwa ciri khas dan kebesaran pemimpin spiritual terletak bukan pada posisi dan kuasanya, melainkan pada pengorbanannya. Hanya melalui melayani, seseorang menjadi besar (Mrk. 10:43-44). Pemimpin yang memberi keteladanan dan pengorbanan akan memiliki wibawa spiritual untuk memimpin orang lain (http://pentacosta.blog.friendster.com/).
Seperti yang kita ketahui, presiden kita sekarang ini adalah pak SBY. Sosok Pak SBY di mata setiap warga Negara pasti berbeda-beda. Ada yang terus mendukung kepemimpinannya, ada juga yang kecewa dengan kepemimpinannya dan ingin segera mengganti posisi presiden dengan orang lain. Beberapa Pemuda GPIB Yahya yang berhasil diwawancara mengatakan pendapat yang berbeda tentang presiden kita saat ini, seperti : kepemimpinan pak SBY masih fifty-fifty karena banyak program yang telah ia buat belum terlaksana dan masih banyak yang harus dibenahi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan bahwa setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti halnya manusia biasa. Pak SBY juga pasti memiliki rencana untuk 5 tahun kepemimpinannya. Untuk keadaan sejauh ini sudah baik dan sukses atau tidaknya belum bisa dilihat karena masih harus menunggu 5 tahun ke depan lagi. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan kepemimpinan pak SBY (iklan dr K’ Robin..=p). Dengan pendapat yang berbeda seperti itu juga membuat kita untuk membuka pandangan kita terhadap pemimpin yang akan kita pilih nanti pada saat pemilu. Alkitab menyatakan: “…pilihlah dari antara mereka orang-orang yang cakap, setia, dan takut akan Tuhan, dipercaya dan benci pada pengejaran suap…” (Kel.18:21). Oleh karena itu, sebagai warga Negara yang baik mari kita sukseskan pemilu tahun ini dengan memilih partai yang mendukung aspirasi rakyat, dan pilihlah pemimpin yang kristiani. (VT)
ada Tahun 2009 ini, tepatnya bulan April, negara tercinta kita ini merayakan suatu pesta besar, yaitu pesta demokrasi. Pada pesta demokrasi kali ini dimeriahkan oleh partai yang begitu banyak. Karena begitu banyaknya mungkin banyak di antara kita yang tidak tahu berapa jumlah pasti berapa partai yang ikut serta dalam pemilu kali ini. Salah satu alasan banyak yang tidak peduli bahkan tidak mengetahui jumlah partai adalah karena mereka menganggap bahwa pemilu tidaklah penting.
Berdasarkan hasil wawancara beberapa pemuda/i GPIB Yahya ada beberapa pernyataan pendapat yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa pemilu sepertinya tidak terlalu penting karena sering tidak terlihat perubahannya bagi bangsa dan negara (Yenny). Ada juga yang mengatakan bahwa pemilu penting karena kita sebagai warga negara yang baik harus ikut menyukseskan pemilu, tergantung bagaimana kita memilih pemimpin yang tidak korupsi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan kalo pemilu itu penting karena kita bisa tahu calon-calon pemimpin negara berikutnya, tapi dilaksanakan harus secara jujur, adil dan bijaksana. Sayangnya itu hanya sistem saja untuk mencari pemimpin baru, dan itupun masih memakai sistem yang lama. Jadi biasanya itu menjadi kurang berpengaruh karena pemimpin itu masih berada di bawah pengaruh partai (K’Robin).
Pemimpin-pemimpin dari setiap partai memiliki sosok dan kepribadian yang berbeda. partai Demokrat yang dipimpin oleh pak SBY, Partai GERINDRA yang dipimpin oleh pak Prabowo, partai PDI Perjuangan yang dipimpin oleh bu Megawati, dan masih banyak lagi. Pemimpin-pemimpin tersebut pasti punya karakter dan kelebihannya masing-masing sehingga dipercaya sebagai pemimpin dari partai mereka masing-masing. Di dalam anggota partai tersebut juga pasti memiliki pandangan yang berbeda terhadap pemimpin yang baik dan benar di mata mereka. Menurut pandangan umum, banyak yang berharap sosok pemimpin yang baik dan benar adalah pemimpin yang memikirkan kepentingan bangsa dan negara dan bukan untuk kepentingan sesaat. Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Mengutip Henry Pratt Fairchild, Kartini Kartono mengatakan, pemimpin dalam pengertian luas, seorang yang memimpin, dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menujukan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain, atau melalui prestise, kekuasaan, atau posisinya.
Dalam konsep Kristen, pemimpin yang kristiani adalah pemimpin yang mengenal Allah secara pribadi dalam Kristus dan memimpin secara kristiani. Pemimpin Kristen adalah pribadi yang memiliki perpaduan antara sifat-sifat alamiah dan sifat-sifat spiritualitas Kristen. Sifat-sifat alamiahnya mencapai efektivitas yang benar dan tertinggi karena dipakai untuk melayani dan memuliakan Allah. Sedangkan sifat-sifat spiritualitas kristianinya menyebabkan ia sanggup mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya untuk menaati dan memuliakan Allah. Sebab daya pengaruhnya bukan dari kepribadian dan keterampilan dirinya sendiri, tetapi dari kepribadian yang diperbaharui Roh Kudus dan karunia yang dianugrahkan Roh Kudus. Pemimpin Kristen berbeda dengan pemimpin alamiah (sekuler/umum) dalam beberapa hal. Pemimpin rohani mengenal Allah, mencari kehendak Allah, menaati kehendak Allah, bergantung pada Allah, mengasihi Allah dan manusia, dan akhirnya memuliakan Allah. Pemimpin Kristen yang sejati disebut “pemimpin pelayan” (a servant leader). Yesus mengajarkan bahwa ciri khas dan kebesaran pemimpin spiritual terletak bukan pada posisi dan kuasanya, melainkan pada pengorbanannya. Hanya melalui melayani, seseorang menjadi besar (Mrk. 10:43-44). Pemimpin yang memberi keteladanan dan pengorbanan akan memiliki wibawa spiritual untuk memimpin orang lain (http://pentacosta.blog.friendster.com/).
Seperti yang kita ketahui, presiden kita sekarang ini adalah pak SBY. Sosok Pak SBY di mata setiap warga Negara pasti berbeda-beda. Ada yang terus mendukung kepemimpinannya, ada juga yang kecewa dengan kepemimpinannya dan ingin segera mengganti posisi presiden dengan orang lain. Beberapa Pemuda GPIB Yahya yang berhasil diwawancara mengatakan pendapat yang berbeda tentang presiden kita saat ini, seperti : kepemimpinan pak SBY masih fifty-fifty karena banyak program yang telah ia buat belum terlaksana dan masih banyak yang harus dibenahi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan bahwa setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti halnya manusia biasa. Pak SBY juga pasti memiliki rencana untuk 5 tahun kepemimpinannya. Untuk keadaan sejauh ini sudah baik dan sukses atau tidaknya belum bisa dilihat karena masih harus menunggu 5 tahun ke depan lagi. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan kepemimpinan pak SBY (iklan dr K’ Robin..=p). Dengan pendapat yang berbeda seperti itu juga membuat kita untuk membuka pandangan kita terhadap pemimpin yang akan kita pilih nanti pada saat pemilu. Alkitab menyatakan: “…pilihlah dari antara mereka orang-orang yang cakap, setia, dan takut akan Tuhan, dipercaya dan benci pada pengejaran suap…” (Kel.18:21). Oleh karena itu, sebagai warga Negara yang baik mari kita sukseskan pemilu tahun ini dengan memilih partai yang mendukung aspirasi rakyat, dan pilihlah pemimpin yang kristiani. (VT)

if your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a LEADER. JOHN QUINCY ADAMS

Label: ,



comment? / top