Yahya YOUTH


GP Yahya??

GERAKAN PEMUDA (GP)
GP GPIB baru terbentuk pada 15 Juli 1950. Melalui pembentukan Dewan Pemuda yang mengkoordiinasi kegiatan-kegiatan pelayanan pemuda dan sekolah minggu.(dan akhirnya sekarang disebut dengan BPK GERAKAN PEMUDA)

VISI: MISI BPK GP GPIB
Menjadikan Pemuda GPIB yang Misioner – dalam hal :
1. Benteng Iman / Spiritualitas
2. Sosialisasi (Program)
3. Wawasan Kebangsaan Global (Oikumene Gereja-Gereja)
4. Kader Gerja dan masyarakat
5. Pembinaan yang tepat guna
GP GPIB Yahya
Gerakan Pemuda GPIB Yahya merupakan salah satu Badan Pelayanan Kategorial (BPK) GPIB Jemaat Yahya sebagai wadah pembinaan warga GPIB yang berusia 18-35 tahun.

Susunan Pengurus GP GPIB Yahya periode 2007-2012:
Ketua: Samuel C Pantou
Wakil Ketua: Robin Sitorus
Sekretaris: Elfa Karwur
Bendahara: Silviarani S.
Bid. Imaji: Yunita Sinaga
Bid. Pel. Kes.: Yohanes Sitorus
Bid. Med. Info.: Alwin Tairas

Kegiatan Rutin: Ibadah GP: Setiap Sabtu jam 17.00
Latihan Paduan Suara GP: Setiap Minggu jam 12.00
Penerbitan Buletin Misioner: Sebulan sekali di pertengahan bulan

Anggota GP GPIB Yahya adalah seluruh pemuda pemudi yang merupakan anggota jemaat GPIB Yahya dan berumur 18-35 tahun.
strikeitalicbold

misc
Kritik dan Saran

ShoutMix chat widget

friends
Channel GP
GP Yahya Facebook
GP Yahya Friendster

thanks
© * étoile filante
inspiration/colours: mintyapple
icons: cablelines
reference: x / x

past
November 2007
Juni 2008
September 2008
Juni 2009
Juli 2009
title: IPTEK = KEMULIAAN TUHAN
date: Minggu, 26 Juli 2009
time:7/26/2009 10:08:00 AM
Siapa yang tidak tahu kepanjangan dari IPTEK? Di masa sekarang ini hasil-hasil dari IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) sudah semakin merajalela. Bisa dikatakan bahwa hampir semua produk ciptaan IPTEK adalah produk-produk elektronik, yang umumnya menggunakan tenaga kerja listrik. Banyak pemuda/i GPIB Yahya turut mengikuti perkembangan teknologi dan sangat merasakan perbedaannya dibanding sepuluh tahun silam.

SEKILAS IPTEK DI INDONESIA

Indonesia tidak kalah jauh dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Karena Indonesia juga merupakan salah satu negara yang turut berpartisipasi dengan perkembangan IPTEK di dunia. Faktanya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Selatan, didirikan sebuah bangunan yang berisikan semua hasil kreativitas dan inovasi anak bangsa mengenai barang berteknologi. Itu sering disebut sebagai Museum IPTEK.

DAMPAK ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa semua hasil karya manusia selalu dapat memberi dampak yang baik serta buruk tanpa mengenal usia. Inilah yang harus kita waspadai dan kendalikan, bukan teknologi yang mengendalikan kita. Seorang pemudi kita berpendapat bahwa kita sebagai pengguna teknologi harus kritis dan tepat dalam memilih alat kebutuhan kita sesuai dengan tingkatan umur dan batas keseimbangan. Ia menganjurkan bahwa teknologi harus digunakan dalam porsi yang cukup, tidak berlebihan. Hal ini dikarenakan sesuatu yang berlebihan malah akan membawa ketimpangan dalam hidup. Dampak positif dari adanya kemajuan teknologi seperti ini biasanya adalah pengurangan biaya dan tenaga. Misalnya, ketika kita berniat untuk mengirim kabar melalui surat, kita harus bersusah payah mencari amplop, kertas, bahkan pergi ke kantor pos. Itu semua memakan waktu yang cukup lama, apalagi ditambah dengan waktu pengiriman surat tersebut ke tempat tujuan. Dan dengan adanya komputer dan jaringan internet, kita sudah dapat mengirim surat via e-mail. Tidak butuh banyak waktu, tenaga, serta kita juga dapat ikut program Global Warming dengan tidak menggunakan banyak kertas. Selain itu, dari internet kita juga dapat mencari pekerjaan sekaligus mencari teman lama, melalui facebook. Tapi ternyata tidak hanya membawa dampak positif, terdapat dampak negatif dari teknologi yang sedang berkembang sekarang. Dapat kita ambil contoh suatu jaringan internet dalam komputer, maupun ponsel. Banyak pihak yang dapat menyalahgunakan kehadiran internet untuk melihat hal-hal yang tidak baik, seperti video porno. Ada teman-teman pemuda yang setuju dengan pendapat tersebut.

HASIL IPTEK BAGI GP-ERS
Beragam hasil teknologi yang telah dikembangkan hingga sekarang ini. Ada beberapa barang yang sangat digemari oleh pemuda/i GPIB Yahya. Yang paling sering disebutkan yaitu ponsel. Siapa yang tidak membutuhkan ponsel zaman sekarang? Ponsel merupakan salah satu alat multifungsi yang sangat membantu seseorang dalam melakukan akitivitas sosialisasi mereka. Tidak ada orang yang tidak butuh interaksi dengan orang lain, dan ternyata ponsel menjawab kebutuhan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain di manapun mereka berada.
Bagi seorang teman kita, Gilang, ia sependapat bahwa ponsel merupakan salah satu alat komunikasi yang paling sering ia gunakan. Selain untuk SMS dan telepon, ia biasanya menggunakan fitur media player MP3 dan internet. Karena ia termasuk salah satu facebookers, maka jaringan internet menjadi salah satu keharusan dalam sebuah ponsel. Memang jaringan internet merupakan satu kriteria utama ponsel zaman sekarang, oleh karena itu muncul sebuah ponsel yang sedang digandrungi kalangan menengah ke atas, yaitu BlackBerry. Inilah pengaruh globalisasi di bidang teknologi. Semua jaringan koneksi dapat tertangkap oleh sinyal dari fitur yang disediakan BlackBerry tanpa kita perlu bersusah payah mencari internet terdekat. Selain itu, bagi pelajar dan pekerja, pada umumnya komputer sudah menjadi “partner” mereka. Komputer dengan segala fasilitas dan aplikasi di dalamnya sangat membantu pekerjaan. Anak SD pun sudah diajari menggunakan komputer. Padahal Dave, pemuda GP, mengakui bahwa pada zaman ia sekolah dulu, ia sangat bergantung pada warnet di sekitar rumah untuk mengakses internet, maupun sekedar mengetik. Tetapi sekarang dengan adanya laptop, semua orang, termasuk ia, dapat menggunakan benda tersebut untuk memperlancar pekerjaannya. Bagi dia, ada sebuah benda lagi yang selalu ia pergunakan untuk menunjang hobinya, yaitu kamera. Cukup dengan kamera digital saja, semua momen dan view yang bagus dapat diabadikan selamanya. Itu pun membuktikan bahwa kemajuan teknologi dapat berpengaruh pula pada kebiasaan, hobi dan kegemaran seseorang akan sesuatu. Nah, apakah semua hasil IPTEK ini dapat digunakan untuk memuji Tuhan juga? Tentu saja bisa. MIsalnya saja, menurut Gilang, sebagai seorang mahasiswa yang berkecimpung di bidang komputer, ia mengatakan bahwa komputer dapat dipakai untuk memuliakan nama Tuhan. Contohnya, dengan adanya komputer kita dapat terbantukan dalam hal menyampaikan informasi seputar pengalaman pribadi kita dengan Tuhan melalui blog yang ada. Atau menurut Elfa, yang sebagai pengurus GP, berpendapat bahwa dengan adanya komputer yang berfasilitasi internet, maka kita dapat mengajak teman untuk ikut dalam persekutuan pemuda dalam Tuhan. Sedang bagi Dave, adanya alat-alat musik, seperti keyboard pun dapat digunakan untuk memuji Tuhan. Sungguh sebenarnya hasil karya manusia itu dapat digunakan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita sudah sadar bahwa semua yang kita terima ini adalah pemberian dari Tuhan? Apakah kita sudah membalas kasih Yesus ini dengan cara yang baik dan berkenan kepada-Nya?

Atau apakah kita malah terpesona dengan dunia ini dan melupakan akan berkat yang telah Tuhan karuniakan?

Marilah kita sebagai hamba Tuhan, baiklah kita terus melakukan pelayanan kita di tengah dunia yang semakin menggoda ini. Memang tidak ada manusia yang dapat melawannya sendirian, tetapi hadirkanlah Roh Kudus untuk senantiasa memimpin kita dalam menjalani kehidupan kita di dalam dunia ini. Supaya semua hasil pekerjaan kita, bukanlah menjadi kebanggaan manusia, tetapi persembahkanlah itu hanya untuk Tuhan Yesus. Amin. (CT)


GOD BLESS US

Label: ,



comment? / top


title: The Value of Commitment
date: Jumat, 17 Juli 2009
time:7/17/2009 11:23:00 AM
Apakah itu komitmen? Sebuah kata yang diucapkan oleh seseorang untuk meyakinkan orang lain bahwa dia sungguh-sungguh akan melakukan kewajibannya itu. Komitmen mencakup berbagai aspek, apakah di gereja, kantor, sekolah, pemerintahan, atau dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen itu adalah sebuah keputusan, bukan berjalan dengan perasaan. Orang yang mengatakan komitmen itu tidak penting sebenarnya adalah orang yang menolak komitmen. Sebuah kontrak kerja misalnya, memang tidak menjamin adanya komitmen yang tulus dari kedua belah pihak tapi paling sedikit ia memberi pegangan. Orang bisa melakukan tindakan hukum bila itu dilanggar.
Perkawinan tidak pernah dapat dieksperimenkan. Sebab perkawinan adalah sebuah komitmen. Orang tidak dapat mengeksperimenkan komitmen. Yang mungkin hanyalah menerima atau menolak. Tidak ada peluang untuk coba-coba.
Nah sekarang bagaimana komitmen dalam pelayanan di gereja? Apa pendapat teman-teman GP Yahya tentang komitmen. Sebelumnya beberapa teman-teman GP Yahya mendefinisikan komitmen itu adalah semacam nazar, berjanji akan melakukannya apapun yang terjadi (Elfa). Semacam janji, janji iman untuk melayani (Anes). Ada juga yang mengatakan suatu janji yang harus dijalani sampai selesai (Robin).
Sebenarnya, apa sih komitmen itu? Secara bahasa, komitmen berasal dari bahasa Inggris ”commitment” yang berarti kewajiban, tanggung jawab, sesuatu yang telah dijanjikan. To commit (~oneself) sendiri diartikan sebagai: bertanggung jawab atas, berkewajiban, berjanji. Jika dikaitkan dengan janji dalam pelayanan misalnya menjadi pengurus GP, bisa jadi komitmen menuntut kita untuk tetap konsisten untuk menjalankannya sampai kepengurusan selesai. Konsekuensinya yaitu menyediakan waktu dan tenaga untuk pelayanan. Jadi ketika kita menyatakan komitmen dengan sesuatu, maka sesungguhnya kita sedang menyatakan diri setia dengan satu hal.
Komitmen bukan sekedar diucapkan, tetapi dibarengi action/tindakan. Komitmen tanpa aksi sama saja mubazir dan sia-sia. Anes mengatakan, dibutuhkan kemauan, niat baik, dan tanggung jawab. Senada dengan itu, bukan karena paksaan, bersemangat, dan pantang menyerah, tambahan dari Robin. Elfa menambahkan bahwa dibutuhkan kesiapan hati, tekad yang kuat, dan pikir panjang dulu sebelum mengambil keputusan.
Dari penjelasan diatas diungkapkan bahwa komitmen itu sangat penting peranannya karena itu akan menentukan tujuan akhir yang akan dicapai. Contoh kasus misalnya, seorang mahasiswa teologi mengeluh bahwa ia frustasi menghadapi pendidikan teologi yang diikuti, namun karena harapan orang tua ia terpaksa menyelesaikan pendidikannya. Komitmen apa yang bisa kita harapkan dari calon pendeta demikian? Seorang pendeta yang memiliki komitmen yang kuat untuk memberitakan firman kabar sukacita dari Yesus, menjadi pendeta karena panggilan Tuhan bukan karena profesi. Ada yang memiliki komitmen untuk berkorban dan melayani jemaat sehingga rela mengorbankan hartanya, namun ada juga pendeta sekarang yang komersial atau yang menjadikan ibadah sebagai kesempatan memperoleh laba akibatnya komitmen pendeta banyak yang sekedar asal melayani demi memasuki umur pensiun dan lebih senang berebut kursi organisasi daripada kursi kerajaan surga.
Tidak ada gunanya segudang teori, entah itu seminar, conference, bahkan sekolah Alkitab yang pernah diikuti kalau di dalam diri ini tidak ada komitmen untuk bertumbuh. Komitmen untuk bertumbuh menjadi dewasa membutuhkan proses, tidak ada yang otomatis.
Komitmen itu harus dengan sengaja dilakukan dan dipraktekkan.
Kita jangan berpikir jika kita setiap minggu datang ke gereja kemudian dengan tertib kita memberikan persembahan itu sudah cukup sebagai modal untuk bertumbuh. Mengapa? Karena hidup orang percaya bukan hanya mendengar tetapi ia juga harus taat dan mempraktekkan apa yang sudah didengar. Kita tidak jarang menemukan orang-orang yang sudah mengerti pengetahuan Alkitab, namun tetap hidupnya berantakan. Gosip tetap saja berlangsung, omong kotor tetap diucapkan, dendam tetap ada di dalam hatinya dan tidak ada pengampunan. Semua ini dapat terjadi karena tidak adanya komitmen di dalam dirinya untuk bertumbuh.
Tidak mudah mempertahankan sebuah komitmen, perlu waktu dan proses, tidak dapat secara instan. Yesus melakukan pelayanan-Nya sampai titik darah penghabisan, komitmen sampai akhir. Komitmen teruji pada saat mengalami konflik, kejatuhan dan dalam kondisi tidak nyaman.
Ada korelasi antara konsisten dengan komitmen dalam pelayanan. Elfa mengatakan jika kita konsisten dengan apa yang telah kita kerjakan maka komitmen yang telah kita tetapkan akan tercapai, kalau tidak hasilnya akan tertunda-tunda, malas-malasan, bahkan melakukannya dengan setengah hati. Jadi konsisten dan komitmen itu selaras/saling mendukung seperti kata Anes dan Robin. Misalkan saya mempunyai komitmen setiap bangun pagi harus saat teduh dahulu, jika kita konsisten selalu bangun pagi maka komitmen untuk selalu saat teduh tercapai tetapi jika kita tidak konsisten dengan bangun pagi, selalu telat bangun/malas bangun dan sering menunda-nunda karena harus mengerjakan yang lainnya maka komitmen yang telah dibuat terabaikan.
Tentunnya kita membuat komitmen karena ada tujuan yang ingin dicapai dan jawabannya pun beragam. Elfa misalnya mengatakan berkomitmen memberikan hidup dengan sepenuhnya untuk Tuhan dan tujuan akhirnya memberikan yang terbaik buat Tuhan. Gak mau ketinggalan Robin dan Anes berkomitmen menyelesaikan tugas sebagai pengurus GP sampai selesai, tentu tujuan yang ingin dicapai agar pelayanan di GP tetap berjalan dan bertumbuh.
Segalanya memang berawal dari diri kita jikalau kita memiliki komitmen dan kemauan untuk belajar, maka pada akhirnya semua itu akan memperlihatkan hasil yang baik. Jadi teman-teman pemuda-pemudi, komitmen dalam melayani, haruskah? Ditunggu kedatangannya dalam ibadah GP. (AT)
Quote a quote :
When I stand before God at the end of my life, I would hope that I would not have a single bit of talent left, and could say, "I used everything You gave me."
Erma Bombeck

Label: ,



comment? / top


title: A True BFF
date: Senin, 13 Juli 2009
time:7/13/2009 03:36:00 AM

A True Best Friend Forever

Kalau ngomongin a true BFF pasti ngak habis-habisnya dhe, coz a true BFF setiap orang itu pasti berbeda-beda. Nggak beda cara pandangnya, definisi mereka tentang BFF dan lain sebagainya. Jadi topik yang satu ini enggak akan membuat kita bosan untuk menelusuri dan membicarakan topik ini. Di kehidupan sosial kita ada yang menjalani kehidupan sehari-harinya bersama sahabat, ada juga yang enjoy dengan cara hidup tanpa sahabat (just friends). Kebanyakan yang diwawancarai belum menemukan sesosok “sahabat” yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan, karena mereka menganggap teman-teman yang ada disekitar dia itu sebatas teman dekat saja. Kriteria seorang sahabat pun berbeda-beda. Ada yang mengungkap bahwa sahabat itu harus jujur, enggak egois, solidaritasnya tinggi (Selly, GPIB Yahya), bisa diandalkan, cocok dengan kita, nggak pernah banyak menuntut, tahu kalau kita sedang kesusahan (Wiena, World Transformation Centre Indonesia), mengerti segala sifat baik-buruk kita, menerima kita apa adanya, dan selalu ada menemani kita kapanpun kita butuhkan (Valni, GPIB Yahya), saya bisa menjadi diri saya sendiri bersama dia (Tina, GPIB Yahya).
Selain kriteria, mereka juga memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang arti sahabat. Ada yang mengungkapkan bahwa sahabat itu orang yang setia bagaikan anjing dan dapat melakukan hal yang tidak diduga, dapat menyediakan kupingnya untuk berbagi unek-unek kita, berani menegur jikalau kita salah (Wiena, World Transformation Centre Indonesia). Ada juga yang mengatakan bahwa persahabatan sejati tidaklah sama dengan persahabatan sejati dengan Kristus (Jane Reggievia, GKR Teluk Gong). Selain itu, ada juga yang menungkapkan bahwa seorang sahabat itu tidak boleh menutup-nutupi sesuatu (jujur), tidak egois, dan saling membantu satu sama lain (Selly, GPIB Yahya). Ada juga yang mengungkapkan bahwa pertemanan yang tidak menganggap perbedaan (umur, waktu & jarak, jenis kelamin), setia, dapat saling berbagi, memahami dan menerima dia apa adanya (Anisa, GKI Kav. Polri). Ada juga yang mengungkapakan persahabatan yang saling menerima satu sama lain, saling menegur dan mengingatkan, saling memberikan semangat dan dukungan apabila salah satu sedang membutuhkannya (Valni, GPIB Yahya) .
Dalam menjalani persahabatan ini pastinya mengalami berbagai pengalaman dalam hal suka maupun duka.
Suka: ada yang mengungkapkan bahwa kalau sahabat senang dia pun ikut senang (Anisa, GKI Kav. Polri), adanya sosok nyata yang dapat diajak berbagi (tertawa, gembira bersama), yang pasti mempunyai seorang sahabat itu adalah sebuah anugerah karena tanpa sahabat pastinya garing banget kehidupan ini (Selly, GPIB Yahya), dapat menikmati pengalaman yang seru bersama (Valni, GPIB Yahya).
Duka: mereka berduka saya pun ikut berduka (Selly, GPIB Yahya), kalau dia lagi susah, kita deh yang kena (Anisa, GKI Kav. Polri), jika sahabat kita suatu saat membuat kita kecewa (Valni, GPIB Yahya).
Selain suka dan duka, mereka juga mempunyai kesan dalam menjalani persahabatan itu.
Kesan: rata-rata masih banyak sahabat yang egois (Selly, GPIB Yahya), bisa saling sharing (Anisa, GKI Kav. Polri), waktu mendapat itu pastinya lah seneng banget, udah mempunyai orang yang setia dalam kehidupan kita (Wiena, World Transformation Centre Indonesia), ada orang yeng menemani kita pada saat kita ingin mencoba hal-hal yang baru (Valni, GPIB Yahya)
Nah, sekarang kita akan melihat bagaimana pendapat mereka tentang persahabatan sejati dengan Kristus. Mereka menjawab: ini baru yang dinamakan sahabat sejati, coz selalu ada 24 jam nonstop, selalu memberi harapan yang nyata, dapat mengubah hidup kita, hidup dalam damai sejahtera (Selly), sahabat yang dapat dengan berani berkorban dengan sungguh-sungguh dan tanpa pamrih sedikit pun (Wiena), sahabat yang menyerahkan nyawa dan dapat menebus dosa kita (Jane Reggievia), kita sangat beruntung karena DIA sangat setia melindungi, menjaga, dan membimbing kita setiap saat. Dia juga selalu dengan caraNya tersendiri menghibur kita di saat kita paling menderita (Valni).
Cara kita untuk mengaplikasikan persahabatan sejati dlm kehidupan nyata, yaitu dengan memegang kepercayaan dan komitmen itu, jangan ada yang saling curiga (Jane Reggievia), jikalau kita ingin mempunyai sahabat yang seperti yang kita inginkan, lakukanlah dahulu dari dirimu sendiri apa yang kau inginkan (Selly), teladanilah Tuhan Yesus dengan menjadi sahabat yang terbaik untuk sahabat kita masing-masing (Valni).
Finally, ada beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh beberapa teman pemuda kita untuk menjadi masukan bagi kita dalam memilih sahabat dan bagaimana kita menjalani persahabatan dengan sahabat kita. Ini dia pesan-pesan nya: minimalisasikanlah ego mu (Selly), yang pasti di dalam persahabatan harus ada komitmen dan saling percaya, enggak ada untung maupun rugi (Jane Reggievia).
Orang yang mempunyai sahabat baik dan merupakan sahabat baik bagi orang lain sesungguhnya adalah orang yang sangat kaya dan puas. Persahabatan yang baik seharusnya menunjukkan ciri-ciri seperti berikut ini: Persahabatan yang baik tidak mementingkan diri sendiri, Persahabatan sejati bersifat teguh (orang yang menambah sukacita kita dan membagi kesedihan kita), Persahabatan sejati bersedia berkorban dan Persahabatan sejati bersifat menyucikan (ia tidak akan menumpulkan kerohanian sahabatnya). (TT)

* SAHABAT SEJATIKU *

Sahabat sejati selalu mengerti
dan ingin setiap kenangan begitu berarti
kebersamaan, kesetiaan, kepercayaan
adalah inti dari persahabatan sejati

sahabat sejati berbaik hati
sahabat sejati tidak makan hati
sahabat sejati pandai mengambil hati
sahabat sejati murah hati
senang punya sahabat sejati
biar jauh di mata namun dekat di hati
orang bilang sahabat sejati sehidup semati
engkau ada saat tangis dan tawaku
persahabatan tidak mengenal perbedaan
ketulusan hati menjadi keindahan dari
persahabatan sejati

(http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/065/)

Quote a Quote

"Too late we learn, a man must hold his friend unjudged, accepted, trusted to the end."
By: John Boyle O'Reilly

Label: ,



comment? / top


title: Pemimpin manakah yang layak memimpin???
date: Kamis, 18 Juni 2009
time:6/18/2009 10:55:00 AM
Pada Tahun 2009 ini, tepatnya bulan April, negara tercinta kita ini merayakan suatu pesta besar, yaitu pesta demokrasi. Pada pesta demokrasi kali ini dimeriahkan oleh partai yang begitu banyak. Karena begitu banyaknya mungkin banyak di antara kita yang tidak tahu berapa jumlah pasti berapa partai yang ikut serta dalam pemilu kali ini. Salah satu alasan banyak yang tidak peduli bahkan tidak mengetahui jumlah partai adalah karena mereka menganggap bahwa pemilu tidaklah penting.
Berdasarkan hasil wawancara beberapa pemuda/i GPIB Yahya ada beberapa pernyataan pendapat yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa pemilu sepertinya tidak terlalu penting karena sering tidak terlihat perubahannya bagi bangsa dan negara (Yenny). Ada juga yang mengatakan bahwa pemilu penting karena kita sebagai warga negara yang baik harus ikut menyukseskan pemilu, tergantung bagaimana kita memilih pemimpin yang tidak korupsi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan kalo pemilu itu penting karena kita bisa tahu calon-calon pemimpin negara berikutnya, tapi dilaksanakan harus secara jujur, adil dan bijaksana. Sayangnya itu hanya sistem saja untuk mencari pemimpin baru, dan itupun masih memakai sistem yang lama. Jadi biasanya itu menjadi kurang berpengaruh karena pemimpin itu masih berada di bawah pengaruh partai (K’Robin).
Pemimpin-pemimpin dari setiap partai memiliki sosok dan kepribadian yang berbeda. partai Demokrat yang dipimpin oleh pak SBY, Partai GERINDRA yang dipimpin oleh pak Prabowo, partai PDI Perjuangan yang dipimpin oleh bu Megawati, dan masih banyak lagi. Pemimpin-pemimpin tersebut pasti punya karakter dan kelebihannya masing-masing sehingga dipercaya sebagai pemimpin dari partai mereka masing-masing. Di dalam anggota partai tersebut juga pasti memiliki pandangan yang berbeda terhadap pemimpin yang baik dan benar di mata mereka. Menurut pandangan umum, banyak yang berharap sosok pemimpin yang baik dan benar adalah pemimpin yang memikirkan kepentingan bangsa dan negara dan bukan untuk kepentingan sesaat. Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Mengutip Henry Pratt Fairchild, Kartini Kartono mengatakan, pemimpin dalam pengertian luas, seorang yang memimpin, dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menujukan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain, atau melalui prestise, kekuasaan, atau posisinya.
Dalam konsep Kristen, pemimpin yang kristiani adalah pemimpin yang mengenal Allah secara pribadi dalam Kristus dan memimpin secara kristiani. Pemimpin Kristen adalah pribadi yang memiliki perpaduan antara sifat-sifat alamiah dan sifat-sifat spiritualitas Kristen. Sifat-sifat alamiahnya mencapai efektivitas yang benar dan tertinggi karena dipakai untuk melayani dan memuliakan Allah. Sedangkan sifat-sifat spiritualitas kristianinya menyebabkan ia sanggup mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya untuk menaati dan memuliakan Allah. Sebab daya pengaruhnya bukan dari kepribadian dan keterampilan dirinya sendiri, tetapi dari kepribadian yang diperbaharui Roh Kudus dan karunia yang dianugrahkan Roh Kudus. Pemimpin Kristen berbeda dengan pemimpin alamiah (sekuler/umum) dalam beberapa hal. Pemimpin rohani mengenal Allah, mencari kehendak Allah, menaati kehendak Allah, bergantung pada Allah, mengasihi Allah dan manusia, dan akhirnya memuliakan Allah. Pemimpin Kristen yang sejati disebut “pemimpin pelayan” (a servant leader). Yesus mengajarkan bahwa ciri khas dan kebesaran pemimpin spiritual terletak bukan pada posisi dan kuasanya, melainkan pada pengorbanannya. Hanya melalui melayani, seseorang menjadi besar (Mrk. 10:43-44). Pemimpin yang memberi keteladanan dan pengorbanan akan memiliki wibawa spiritual untuk memimpin orang lain (http://pentacosta.blog.friendster.com/).
Seperti yang kita ketahui, presiden kita sekarang ini adalah pak SBY. Sosok Pak SBY di mata setiap warga Negara pasti berbeda-beda. Ada yang terus mendukung kepemimpinannya, ada juga yang kecewa dengan kepemimpinannya dan ingin segera mengganti posisi presiden dengan orang lain. Beberapa Pemuda GPIB Yahya yang berhasil diwawancara mengatakan pendapat yang berbeda tentang presiden kita saat ini, seperti : kepemimpinan pak SBY masih fifty-fifty karena banyak program yang telah ia buat belum terlaksana dan masih banyak yang harus dibenahi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan bahwa setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti halnya manusia biasa. Pak SBY juga pasti memiliki rencana untuk 5 tahun kepemimpinannya. Untuk keadaan sejauh ini sudah baik dan sukses atau tidaknya belum bisa dilihat karena masih harus menunggu 5 tahun ke depan lagi. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan kepemimpinan pak SBY (iklan dr K’ Robin..=p). Dengan pendapat yang berbeda seperti itu juga membuat kita untuk membuka pandangan kita terhadap pemimpin yang akan kita pilih nanti pada saat pemilu. Alkitab menyatakan: “…pilihlah dari antara mereka orang-orang yang cakap, setia, dan takut akan Tuhan, dipercaya dan benci pada pengejaran suap…” (Kel.18:21). Oleh karena itu, sebagai warga Negara yang baik mari kita sukseskan pemilu tahun ini dengan memilih partai yang mendukung aspirasi rakyat, dan pilihlah pemimpin yang kristiani. (VT)
ada Tahun 2009 ini, tepatnya bulan April, negara tercinta kita ini merayakan suatu pesta besar, yaitu pesta demokrasi. Pada pesta demokrasi kali ini dimeriahkan oleh partai yang begitu banyak. Karena begitu banyaknya mungkin banyak di antara kita yang tidak tahu berapa jumlah pasti berapa partai yang ikut serta dalam pemilu kali ini. Salah satu alasan banyak yang tidak peduli bahkan tidak mengetahui jumlah partai adalah karena mereka menganggap bahwa pemilu tidaklah penting.
Berdasarkan hasil wawancara beberapa pemuda/i GPIB Yahya ada beberapa pernyataan pendapat yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan bahwa pemilu sepertinya tidak terlalu penting karena sering tidak terlihat perubahannya bagi bangsa dan negara (Yenny). Ada juga yang mengatakan bahwa pemilu penting karena kita sebagai warga negara yang baik harus ikut menyukseskan pemilu, tergantung bagaimana kita memilih pemimpin yang tidak korupsi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan kalo pemilu itu penting karena kita bisa tahu calon-calon pemimpin negara berikutnya, tapi dilaksanakan harus secara jujur, adil dan bijaksana. Sayangnya itu hanya sistem saja untuk mencari pemimpin baru, dan itupun masih memakai sistem yang lama. Jadi biasanya itu menjadi kurang berpengaruh karena pemimpin itu masih berada di bawah pengaruh partai (K’Robin).
Pemimpin-pemimpin dari setiap partai memiliki sosok dan kepribadian yang berbeda. partai Demokrat yang dipimpin oleh pak SBY, Partai GERINDRA yang dipimpin oleh pak Prabowo, partai PDI Perjuangan yang dipimpin oleh bu Megawati, dan masih banyak lagi. Pemimpin-pemimpin tersebut pasti punya karakter dan kelebihannya masing-masing sehingga dipercaya sebagai pemimpin dari partai mereka masing-masing. Di dalam anggota partai tersebut juga pasti memiliki pandangan yang berbeda terhadap pemimpin yang baik dan benar di mata mereka. Menurut pandangan umum, banyak yang berharap sosok pemimpin yang baik dan benar adalah pemimpin yang memikirkan kepentingan bangsa dan negara dan bukan untuk kepentingan sesaat. Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Mengutip Henry Pratt Fairchild, Kartini Kartono mengatakan, pemimpin dalam pengertian luas, seorang yang memimpin, dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, menujukan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain, atau melalui prestise, kekuasaan, atau posisinya.
Dalam konsep Kristen, pemimpin yang kristiani adalah pemimpin yang mengenal Allah secara pribadi dalam Kristus dan memimpin secara kristiani. Pemimpin Kristen adalah pribadi yang memiliki perpaduan antara sifat-sifat alamiah dan sifat-sifat spiritualitas Kristen. Sifat-sifat alamiahnya mencapai efektivitas yang benar dan tertinggi karena dipakai untuk melayani dan memuliakan Allah. Sedangkan sifat-sifat spiritualitas kristianinya menyebabkan ia sanggup mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya untuk menaati dan memuliakan Allah. Sebab daya pengaruhnya bukan dari kepribadian dan keterampilan dirinya sendiri, tetapi dari kepribadian yang diperbaharui Roh Kudus dan karunia yang dianugrahkan Roh Kudus. Pemimpin Kristen berbeda dengan pemimpin alamiah (sekuler/umum) dalam beberapa hal. Pemimpin rohani mengenal Allah, mencari kehendak Allah, menaati kehendak Allah, bergantung pada Allah, mengasihi Allah dan manusia, dan akhirnya memuliakan Allah. Pemimpin Kristen yang sejati disebut “pemimpin pelayan” (a servant leader). Yesus mengajarkan bahwa ciri khas dan kebesaran pemimpin spiritual terletak bukan pada posisi dan kuasanya, melainkan pada pengorbanannya. Hanya melalui melayani, seseorang menjadi besar (Mrk. 10:43-44). Pemimpin yang memberi keteladanan dan pengorbanan akan memiliki wibawa spiritual untuk memimpin orang lain (http://pentacosta.blog.friendster.com/).
Seperti yang kita ketahui, presiden kita sekarang ini adalah pak SBY. Sosok Pak SBY di mata setiap warga Negara pasti berbeda-beda. Ada yang terus mendukung kepemimpinannya, ada juga yang kecewa dengan kepemimpinannya dan ingin segera mengganti posisi presiden dengan orang lain. Beberapa Pemuda GPIB Yahya yang berhasil diwawancara mengatakan pendapat yang berbeda tentang presiden kita saat ini, seperti : kepemimpinan pak SBY masih fifty-fifty karena banyak program yang telah ia buat belum terlaksana dan masih banyak yang harus dibenahi (K’ Alex). Ada juga yang mengatakan bahwa setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing seperti halnya manusia biasa. Pak SBY juga pasti memiliki rencana untuk 5 tahun kepemimpinannya. Untuk keadaan sejauh ini sudah baik dan sukses atau tidaknya belum bisa dilihat karena masih harus menunggu 5 tahun ke depan lagi. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan kepemimpinan pak SBY (iklan dr K’ Robin..=p). Dengan pendapat yang berbeda seperti itu juga membuat kita untuk membuka pandangan kita terhadap pemimpin yang akan kita pilih nanti pada saat pemilu. Alkitab menyatakan: “…pilihlah dari antara mereka orang-orang yang cakap, setia, dan takut akan Tuhan, dipercaya dan benci pada pengejaran suap…” (Kel.18:21). Oleh karena itu, sebagai warga Negara yang baik mari kita sukseskan pemilu tahun ini dengan memilih partai yang mendukung aspirasi rakyat, dan pilihlah pemimpin yang kristiani. (VT)

if your actions inspire others to dream more, learn more, do more and become more, you are a LEADER. JOHN QUINCY ADAMS

Label: ,



comment? / top